RSS

Saat Imam Ahmad Berbeda Dengan Imam Syafi’i

28 Sep

Suatu ketika ada seorang yang menjadi makmum shalat shubuh. Saat bangkit I’tidal rakaat kedua, imam shalat berqunut dan diikuti oleh jamaah lain. Ia pun mengikuti qunut dengan mengangkat tangannya. Padahal ia dikenal berpendapat bahwa qunut itu bid’ah. Kenapa ia melakukan amalan yang dipandang bid’ah? Setelah ada orang yang mempertanyakan, ia pun menjawab: “saya khawatir, kalau saya tidak ikut qunut akan mengganggu kekhusyu’an shalat mereka di hadapan Allah.”

Mungkin ada orang yang tidak setuju apa yang dilakukan oleh orang itu. Seorang teman tetap saja pada pendirian, “untuk apa kita ikut-ikutan bid’ah?” barangkali  sikap ikut-ikutan seperti itu dianggapnya plin-plan. Tapi apa memang seperti itu? Bagaimana kalau ia beralasan seperti di atas?

Baiklah, orang yang ikut qunut itu adalah Imam Ahmad, ulama salaf yang pendapatnya hingga kini menjadi rujukan banyak ulama. Mungkin kita juga sering merujuk pendapat-pendapatnya. Tapi sudahkah kita meneladaninya secara utuh? Tidak hanya ketajaman berpikirnya, tapi juga keluasan wawasannya. Tidak hanya kecerdasan pendapatnya, namun juga kearifan sikapnya.  Ketajaman berfikir dan keluasan wawasan itulah yang melahirkan keluhuran akhlak pada diri beliau. Mengikuti ketajaman pendapat beliau saja tanpa mencontoh kearifannya bisa membuat kita bertindak picik dan buruk kepada sesama yang bisa merusak amal baik kita sendiri.

Akhlah yang buruk merusak amal kebaikan, sepeti cuka merusak madu atau seperti api yang melahap kayu bakar.” (HR. Ibn Majah).

Sumber: Majalah Hidayatullah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 September 2011 in Ibrah

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: