RSS

Surat Dari Iblis

26 Sep

Sungguh aku telah melihatmu kemarin. Engkau memulai kehidupan seharian, engkau bangun dan pergi untuk bekerja tanpa memikirkan shalat fajar. Di kantor, engkau sama sekali tidak peduli tentang aturan halal haram sebagaimana yang dilakukan oleh kawan-kawanmu. Saat engkau pulang ke rumah, engkau pun menyantap makanan tanpa menyebut nama Allah Sang Pemberi Rizki kepadamu. Juga tidak ada waktu untuk shalat isya sebelum tidur, meskipun engkau sempatkan menonton TV sampai engkau tertidur pulas.

Engkau adalah seorang pengingkar nikmat dan penentang Pemberi Nikmat. Aku sangat mencintaimu dengan kelakuanmu itu. Kelakuanmu adalah salah satu sifat dari sifatku. Aku sangat berbahagia melihat hidupmu seperti itu. Engkau adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari dirimu.

Ingatlah, tahun-tahun telah berlalu dan di antara kita ada hubungan qarib selama puluhan tahun itu. Suatu persahabatan yang sangat paanjaaang. Meskipun demikian, aku tetap tidak mencintaimu. Aku membencimu dengan segenap hatiku, dan memusuhimu dengan segenap raga dan jiwaku. Allah telah mengeluarkanku dari surga setelah aku berpaling dari nikmat-Nya, dan menolak sujud kepada bapakmu, Adam…!!! Aku akan berusaha terus untuk menyesatkanmu dengan segala kemampuanku agar engkau sengsara bersamaku.

Terus terang, engkau tidak menggunakan akal dalam memahami hakikat kehidupan ini. Betapa tidak, Allah telah membuka pintu surga dan pintu taubat dari dosa untukmu. Akan tetapi engkau justru menghadap kepadaku. Engkau mengharap janjiku yang hanya merupakan angan-angan dan pasti akan mengantarkanmu ke neraka.

Terima kasih wahai kekasihku…

Sungguh aku telah bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan seluruh anak keturunan Adam, orang-orang sepertimu. Aku ingin sekali melaksanakan keinginanku, agar aku yakin bahwa engkau mentaati perintah-perintahku.

Itulah dia, hari-hari yang telah berlalu. Engkau beristighatsah, meminta pertolongan dengan ahli kubur. Engkau menyandarkan diri kepada mereka saat terkena musibah. Engkau suka mengerjakan yang bid’ah dan menyelisihi nabimu serta perintah-perintahnya karena tidak cukup puas dengan sunnah.

Engkau fanatik golongan (ashabiyah) dengan sebuah anggapan bahwa engkau membela Islam dan memperjuangkannya. Padahal kenyataannya engkau melayaniku dengan membantuku menjauhkan manusia dari berpegang teguh dengan manhaj salaf.

Engkau mendengarkan nyanyian yang membuatmu lalai.

Engkau melihat film-film tidak berguna

Engkau kerjakan perbuatan-perbuatan keji dan hal-hal yang diharamkan.

Engkau melaknat manusia… mencuri… menipu… berkhianat… dan seterusnya.

Terima kasih kawan atas semuanya.

Sungguh engkau telah membahagiakanku, karena dengan entengnya engkau telah membuat murka Allah.

Maka marilah sahabatku, kita terbakar bersama-sama. Di hadapan kita masih banyak langkah untuk kita berdua.

Aku tertawa mengejekmu, saat melihatmu melakukan maksiat dengan disertai tertawaan yang memenuhi tempat tersebut, seakan-akan engkau menantang keagungan Allah. Aku menginginkanmu wahai kekasih, agar engkau menyebarkan kerusakan di antara manusia sesamamu…

Doronglah mereka untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Tuntunlah mereka agar bermaksiat kepada Allah dengan segenap cara yang kau mampu. Sebarkanlah di antara mereka film-film, nyanyian-nyanyian serta berbagai permainan.

Setiap kali engkau melihat seseorang beribadah kepada Allah, jangan lupa menghina mereka, mencemooh penampilannya hingga engkau membuatku tertawa.

Maaf, aku sekarang ada urusan. Aku akan meninggalkanmu. Menyemangati orang-orang sepertimu. Cukuplah bagimu pasukanku, setan-setan bangsa jin, kelak aku akan kembali melanjutkan kerjasama kita, memikirkan langkah baru bagi maksiat baru.

Seandainya engkau memiliki sedikit saja kecerdasan, tentu engkau akan lari dariku. Kemudian engkau akan memohon ampunan kepada Allah dari dosa-dosamu. Lalu engkau hidup dalam ketaatan kepada Allah di tahun-tahun akhir dari usiamu yang tinggal sedikit ini. Hingga engkau mendapatkan pahala serta kenikmatan iman, sebelum ridha Allah yang abadi dalam surga daripada engkau dilemparkan ke dalam neraka bersamaku selamanya.

Akan tetapi aku yakin, bahwa engkau lebih mencintaiku daripada kecintaanmu kepada Allah. Bahwasanya engkau lebih mendahulukan hawa nafsumu daripada ketaatan kepada Allah dan janji surga yang masih jauh katamu.

Engkau adalah sahabatku yang terkasih…!!!

Yang menyesatkanmu,

Iblis La’natullah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 September 2011 in Ibrah

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: